Mohon Perhatian ! "Jika Laman website ini tidak tampil dengan sempurna mohon matikan terlebih dahulu ADBLOCK anda kemudian refresh ulang laman ini. Terima Kasih."

MENJELAJAHI GELOMBANG DAN BUDAYA KUNO KELAS DUNIA DI PULAU SUMBA

Saturday, December 22nd 2018. | Wisata NTT
advertisement

advertisement

MENJELAJAHI GELOMBANG DAN BUDAYA KUNO KELAS DUNIA DI PULAU SUMBA

cuma berjarak sekitaran 50 menit penerbangan dari bandara Ngurah Rai, Bali, Pulau Sumba memberi pengalaman yang kontras dan memuaskan bagi Kamu jelajahi. Sumba ialah bagian pulau yang penuh dengan keindahan alam, di mana agama animisme kuno masih tumbuh subur di sana. Sumba, dua kali luas dari ukuran Bali ini cuma sedikit menerima turis. Di sini Kamu dengan amat mudah menemukan banyak pantai indah yang masih sepi yang amat sesuai untuk Kamu abadikan di sampul majalah dan festival tombak tajam yang disebut dengan Pasola atau berselancar kelas dunia dengan keterpencilanya yang sulit Kamu temukan di tempat lainnya di dunia. Itu hanyalah beberapa argumen yang mesti Kamu pertimbangkan saat mau berkunjung menjelajahi gelombang dan budaya kuno kelas dunia di Pulau Sumba yang terpencil tapi amat menakjubkan.

MENJELAJAHI GELOMBANG DAN BUDAYA KUNO KELAS DUNIA DI PULAU SUMBA

Mengembara di bagian pantai di Pulau Sumba, Kamu pastinya dapat bertanya-tanya di mana turis yang lainnya? Garis pantai berpasir putih yang subur di udara tropis yang indah dengan air laut biru topaz yang jernih serta di dukung oleh tebing terjal dan vegetasi yang subur selengkapnya bagi Kamu sendiri dengan suguhan yang sesungguhnya.

Di ujung deretan panjang jalan tanah berlubang di distrik Kodi di selatan-barat, Kamu dapat menemukan Laguna Weekuri, bagian laguna air asin yang dikelilingi oleh semak-semak pepohonan dan tanaman hijau. Airnya amat jernih, cuma butuh waktu sekejap bagi melihat sesuatu di sana, 

Pantai Mandorek yang terletak gak jauh dari Laguna Weekuri ialah teluk kecil dengan hamparan pasir putih dengan airnya yang mempesona yang diapit oleh batuan vulkanik. Walaupun Pantai Bawana yang paling terkenal di Pulau Sumba, dengan lengkungan batu raksasa dari tebing curam di atas pantai ke laut. 

amat jarang Kamu dapat menemukan wisatawan lainnya di pulau nan indah ini. Disini Kamu cuma dapat melihat penduduk setempat yang bekerja sebagai nelayan atau sebagai penjual kelapa muda,kain ikat atau perhiasan ciri orang Pulau Sumba bagi Kamu bawa pulang. 

Di banyak pantai dan tempat wisata lainnyabiasanya dikenakan biaya masuk sekitaran 20 ribu sampai 50 ribu rupiah. Perhatikan juga kalau wisatawan mancanegara masih amat sedikit berkunjung ke pulau ini, perhatikan bagi Kamu wisatawan Perempuan dlm berpakaian renang karna menyebabkan banyak penonton yang penasaran dengan Kamu.

sekian artikel tentang MENJELAJAHI GELOMBANG DAN BUDAYA KUNO KELAS DUNIA DI PULAU SUMBA yang dapat kami bahas . mudah-mudahan dapat jadi rujukan target wisata Kamu dengan keluarga tercinta.

advertisement