Mohon Perhatian ! "Jika Laman website ini tidak tampil dengan sempurna mohon matikan terlebih dahulu ADBLOCK anda kemudian refresh ulang laman ini. Terima Kasih."

MENCICIPI KOLO, MAKANAN TRADISIONAL ciri KABUPATEN MANGGARAI

Friday, December 28th 2018. | Wisata Belanja Dan Kuliner, Wisata NTT
advertisement

advertisement

MENCICIPI KOLO, MAKANAN TRADISIONAL ciri KABUPATEN MANGGARAI

Kabupaten Manggarai di kenal sebagai bagian tujuan wisata yang indah dan menarik bagi dikunjungi. Kabupaten Manggarai mempunyai banyak wisata alam yang menakjubkan, wisata budaya dan lain sebagainya. Kabupaten Manggarai sering menyajikan lanskap alam dan budaya yang tak sempat membuat Kamu bosan.

MENCICIPI KOLO, MAKANAN TRADISIONAL ciri KABUPATEN MANGGARAI

Tak cuma itu, Kabupaten Manggarai juga mempunyai sejumlah kuliner tradisional yang wajib Kamu cicipi saat liburan di Nusa Tenggara Timur yang diantaranya ialah Makanan ciri Tradisonal Manggarai, Kolo atau Nasi Bakar.

 

Warga di Kabupaten Manggarai mempunyai makanan ciri tradisional yang bercita rasa alami. Kolo atau Nasi Bakar sekian sebutan bagi makanan tradisional Manggarai ini yang dimasak dengan menggunakan bambu.

 

Menurut orang setempat, bagi dapat menghasilkan Kolo atau Nasi Bakar ini diperlukan bahan berupa bambu muda dengan panjang sekitaran 30 cm, beras dan bumbu dapur.

Cara memasak Kolo, Bahan-bahan seperti beras, air, dan bumbu masakan dimasukan ke dlm bambu. seusai itu pada bagian ujung bambu ditutup dengan menggunakan daun pisang lalu di bakar sampai matang.

Kolo atau Nasi Bakar, Makanan Tradisional ciri Manggarai ini biasanya disajikan bersama-sama saat Pesta Adat Penti atau sukuran panen raya. diluar itu makanan tradisional ciri Manggarai ini juga disajikan sebagai menu utama pada acara syukuran pergantian tahun.

 

Upacara Adat Penti merupakan ritual sebagai ungkapan rasa syukur atas panen serta kehidupan yang telah dilalui selama satu tahun terakhir. Upacara ini juga sebagai ungkapan mohon perlindungan serta keharmonisan kehidupan yang mau datang.

 

Upacara Adat Penti bisanya dilakukan saat dimulainya kesibukan bercocok tanam atau berladang. kesibukan ini wajib dilakukan dengan cara turun temurun yang mesti dijalankan sebagai wahana rasa syukur, berkumpulnya keluarga besar serta pemberkatan kepada alam sekitaran.

 

Upacara Penti diselenggarakan  pada setiap bulan Oktober atau bulan November yang biasanya jatuh pada pertengahan bulan yang diisi dengan upacara adat, pemberkatan serta atraksi budaya yang amat unik.  sekian artikel tentang MENCICIPI KOLO, MAKANAN TRADISIONAL ciri KABUPATEN MANGGARAI yang dapat kami bahas . mudah-mudahan dapat jadi rujukan target wisata Kamu bersama-sama keluarga tercinta.

advertisement